ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
PADA RUMAH SAKIT UMUM STRATFORD


Bagian A dari Analisis dan Desain Sistem di SGH.
Analisis sistem ini dimulai dari keprihatian diseputar  naiknya biaya perawatan kesehatan untuk rumah sakit tersebut dan  daerah. Steering  Committee mempersiapkan  rekomendasi-rekomendasi yang menyinggung pada rencana strategis untuk sistem   informasi  di  SGH yang memungkinkan rumah sakit tersebut  menjadi ramping, dan memperbaiki efisiensi dari banyak  proses manualnya.  Rencana tersebut menguraikan suatu   pendekatan yang  terintegrasi untuk   memanage informasi-informasi dalam rumah sakit tersebut.
Analisis dan desain sistem di SGH pada sistem laboratorium meliputi sistem informasi pelayanan laboratorium berdasarkan  departemen histology, sitologi, dan  biokimia dari laboratorium   SGH. Termasuk  quality  control   dan   asuransi, pengenalan  pada test-test baru, evaluasi  dan  koordinasi pembelian suplai obat dan peralatan, pendidikan  lanjutan, pengaturan staf dan komunikasi departemental, dan produksi test  - maupun sepanjang dengan perencanaan  laboratorium. Juga berkenaan dengan pengajaran mahasiswa teknolog laboratorium yang berasal dari  program akademi yang berafiliasi dengan rumah sakit tersebut. Dan penanganan manajemen database dalam laboratorium yang menyediakan   fungsi-fungsi   manajemen  database untuk biokimia, hematologi, dan mikrobiologi.
Proyek pengembangan ini terdiri dari empat komponen utama yaitu : Intinya adalah Laboratorium Information Systems   yang terdiri  dari  sistem-sistem departemental individual, interface-interface instrumen laboratorium    yang diotomasi, Clinical Support System (CDSS)  atau  Sistem Pendukung untuk pembuatan keputusan klinis, dan interface sistem informasi rumah sakit (HIS).

Bagian B dari analisis dan perancangan sistem di SGH
Pada bagian ini membahas tentang kebutuhan informasi yang mengidentifikasi secara akurat kebutuhan sistem untuk  MLIS. Keakuratan mengidentifikasikan tujuan dan kebutuhan informasi untuk MLIS dan phase perancangan database bisa dimulai dari diagram entity-relationship yang menggambarkan entitas-entitas  yang perlu  di catat dalam  database laboratorium,  dan  hubungan  antara  entitas tersebut dan suatu  tabel perincian atribut-atribut  untuk setiap entitas  yang  mengidentifikasi kunci  utama dan kunci asing.
 
Bagian C dari analisis dan perancangan sistem di SGH
Pada bagian ini menjelaskan tentang bagaimana menghasilkan dan menyimpan informasi dengan mengidentifikasi proses-prosesnya untuk mendapatkan, menyimpan, dan memperbaharui data secara akurat. Tahapan dimulai dengan pengujian spesimen dalam Biochemestri berdasarkan pemrosesan informasi dari pasien, pemrosesan permintaan test, memasukkan hasil test dan melaporkan penemuan-penemuan test
Tahapan perancangan ini menggunakan diagram aliran data sebagai pemodelan. Diagram aliran data untuk menggambarkan proses sistem yang diperlukan meliputi : statemen tujuan untuk medical laboratory information system (MLSIS), diagram Konteks (level 0) untuk sistem baru, diagram aliran data bertingkat dan perubahan definisi database jika memerlukan data baru yang ditemukan selama proses analisis.
Tahap berikutnya adalah perancangan user interface MLIS meliputi pembuatan windows dan report yaitu mendaftarkan semua windows yang akan disediakan dalam sistem informasi yang baru, merancang dan mencetak windows untuk memasukan informasi tentang pasien,permintaan test, dan hasil test, merancang daftar laporan biochimetri yang menghasilkan beberapa test yang dibawa oleh seorang pasien, atau dibawa oleh beberapa pasien, dan mengisi perubahan dokumen dari analisis dan perancangan terdahulu jika menemukan data baru atau untuk kebutuhan pemrosesan.
Tahapan yang terakhir yaitu Project Implementation dan Evaluation yang menyiapkan / membuat laporan meliputi menggambarkan bagaimana kita bisa melakukan implementasi sistem yang baru ini, mengadakan/menyalurkan laporan singkat tinjauan implementasi akhir untuk memberikan gambaran pengalaman dengan proyek analisis dan perancangan sistem ini.
Laboratorium dipilih sebagai departemen pertama di rumah sakit SGH yang menjalani serangkaian proyek pengembangan sistem, karena laboratorium diidentifikasikan sebagai salah satu departemen yang memiliki potensial terbesar untuk penyimpanan-penyimpanan yang bisa diotomatisasi. Keuntungannya adalah mempercepat pemrosesan daftar permintaan untuk test, pembuatan daftar-daftar beban kerja dan pemrosesan perijinan, transfer, dan pemberhentian juga dalam menghasikan analisis-analisis statistik, quality control dan praktek-praktek asuransi.


Risto mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang disidik oleh anggotanya. Namun Risto menolak memberi keterangan seputar perkembangan kasus tersebut.

"Sedang disidik sama anggota saya," katanya singkat.

Sementara itu, kuasa hukum Edy, Sunan Kalijaga, mengatakan, kasus Edy itu telah dilaporkan ke Polsek Mampang. Namun hingga kini, tidak ada perkembangan yang signifikan.

"Memang sudah jadi tersangka pelakunya, sudah ada perintah dibawa (ditahan). Tapi ternyata tidak ditahan. Malah katanya pelakunya terbang ke Amerika (Serikat)," kata Sunan.

Sebelumnya diberitakan, Edy dipukuli oleh anak-anak anggota Komisi III DPR di Blowfish, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Blowfish adalah tempat dugem elite anak gaul Jakarta.

Karena penganiayaan itu, Edy menderita luka cukup serius di telinga kirinya. Bahkan dokter di Singapura mengklaim, Edy tidak akan sembuh. Kini Edy masih terus menjalani perawatan. (ken/nrl) di kutip dari http://www.detiknews.com/read/2010/05/27/152257/1365229/10/polisi-sudah-jadikan-2-anak-anggota-komisi-iii-sebagai-tersangka?991101605 ">

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda